Gadget dan Efek yang Dibawanya

Gadget itu…

…menurut Sobat Fesi gimana sih?

Baik atau buruk?

Emang sih ya, di satu sisi, gadget itu bisa mempermudah banyak urusan. Tapi di sisi lain, gadget juga kayak pisau; ia bermata dua, bisa bikin kecanduan. Kalau dari awal mindset kita nggak betul, pada saat menggunakan gadget bisa-bisa malah keburukan yang bakal kita dapat. Sebaliknya, kalau mindset kita sudah betul sebelum menggunakan gadget, in sya Allah akan lebih terkontrol. Tinggal disiplin aja.

Emang apa sih mindset yang betul soal gadget?

Hm, menurut Fesi nih ya, mindset yang betul soal gadget adalah kita yakini bahwa gadget itu hanya alat yang bisa membantu kita untuk lebih produktif aja. Cukup itu.

Ya, cuma itu kok. Kita cuma butuh meyakini bahwa gadget itu adalah sebuah alat untuk menunjang produktivitas kita. Karena itu, nggak ada urusan kalau di dalam gadget harus di-install beragam media sosial. Soalnya, banyak tulisan (tapi Fesi lupa sumbernya, hehe) kalau media sosial itu justru bisa membuat kita lebih gelisah. Biasanya suka gitu kan, kalau lagi buka Facebook misalnya, terus ada postingan orang lain tentang kesuksesan duniawi mereka; difoto di depan rumah mewah lah, difoto lagi nyetir mobil mahal lah, difoto lagi di luar negeri lah, eh kitanya yang lihat postingan-postingan macem itu malah suka jadi iri. Lalu mulai deh membandingkan hidup kita sendiri (yang dirasa belum sesukses itu) dengan hidup orang-orang yang ada di dalam foto itu. Padahal bisa jadi itu cuma pencitraan belaka. Rumah mewahnya bisa jadi rumah temannya, mobil mahalnya bisa jadi didapat dari rentalan, terus foto-foto di luar negerinya bisa jadi cuma editan aja. Hehe.

Udah lah, hidup itu sawang sinawang kok. Mending fokus pada nikmat yang kita dapat, mau sekecil apapun. Kan Allah udah janji, kalau kita mensyukuri nikmat, pasti deh akan Allah tambah nikmat itu.

Balik lagi ke masalah gadget, ya udah lah ya, udah sejelas itu efek gadget kalau di dalamnya dipasang media sosial yang kita pakai cuma buat chit-chat atau seru-seruan aja, mending nggak usah pegang gadget aja. Lebih bahaya lagi kalau di dalam gadget itu dipasang game online. Bener-bener bahaya lho, apalagi kalau itu kita peruntukkan untuk “menjinakkan” anak yang terkadang kita anggap susah diatur. Demi menenangkannya, dikasihlah dia gadget, terus main game online.

Percayalah, nanti anak bisa kecanduan. Bisa-bisa setelah kecanduan bersikap nekad seperti di video ini. Duh, jangan sampai deh ya!

Kecuali, ya kecuali kalau kerjaan kita banyak mengandalkan gadget seperti jualan online, tinggal menerapkan disiplin tinggi aja. Ada saatnya kita menggunakan gadget, dan ada saatnya kita menyimpan gadget untuk menciptakan bonding yang sehat dan kuat kepada anak-anak kita.

Gadget oh gadget…

Solusi untuk Orangtua

Tak ada solusi terbaik untuk para orangtua yang mendambakan hidup lebih baik kecuali dengan membatasi penggunaan gadget. Jika gadget digunakan untuk mempermudah kerjaan, silakan. Hanya saja kita juga harus bisa menerapkan disiplin tinggi. Tentukan waktu kapan kita bisa menggunakan gadget dan kapan gadget harus kita simpan. Nggak mungkin kan kalau lagi main sama anak kita sendiri malah sibuk main gadget? Bisa-bisa anak kita jatuh ke jurang yang dalam. *Halah, contohnya ekstrim banget ya. hehe. Emangnya mainnya di atas tebing yang curam? Haha.

Nah, atas waktu-waktu penggunaan gadget itu kita harus betul-betul disiplin. Jangan mudah kita langgar dengan alasan apapun. No blame, no excuse, no justify!

Solusi untuk Anak

Nggak ada anak yang bisa beli gadget. Jadi solusinya ada di orangtuanya sih. Hehe. Solusinya bisa berupa membatasi penggunaan atau bahkan sama sekali tidak mengizinkan anak menggunakan gadget.

Sebagian orangtua kompromi dengan mengizinkan anaknya untuk menggunakan gadget dengan alasan daripada nonton tivi yang acaranya banyak yang buruk semisal sinetron. Dengan pemberian gadget selama dua jam per minggu, misalnya, anak diberikan kesempatan untuk menonton tayangan-tayangan khas anak di Youtube. Itu pun harus dilakukan pendampingan. Sisanya, kita bisa membelikan anak-anak kita mainan-mainan edukasi. Bisa dibeli di Fesi Media juga lho. *Promosi garis keras. Hehe.

Nah, untuk orangtua yang memilih tidak mengizinkan anak untuk menggunakan gadget sama sekali, jangan mudah juga berujar, “Kita aja dulu hidup tanpa gadget baik-baik aja kok!

Zaman orangtua dulu sama zaman anak-anak kita sekarang tentunya berbeda. Dulu kita bisa hidup tanpa gadget dan baik-baik saja karena memang perkembangan iptek belum sepesat seperti sekarang. Kalau kita nggak mengizinkan anak untuk sesekali menggunakan gadget (dengan bimbingan ya!), bisa saja anak ketinggalan dan menjadi seorang yang gaptek. Padahal zaman udah berubah. Banyak pekerjaan yang bisa dipermudah dengan adanya gadget. Termasuk keterampilan anak dalam menggunakan gadget juga bisa menjadi modal baginya untuk bisa menghadapi tantangan-tantangan hidup di hari depan.

Jadi, solusi manapun yang akan kita ambil, pastikan itu tidak akan merugikan kehidupan anak di hari depan ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.